CelotehKu

14 Desember 2009

Lowongan kerja terbaru balikpapan desember 09

ini dia daftar lowongan kerja terbaru di daerah balikpapan deadline desember  2009

Tanggal
Instansi / Perusahaan
Posisi
Paling Lambat
11.12.2009 Pt. Indolok Bakti Utama Business Executive selengkapnya ….
11.12.2009 Pt. Panin Bank CS, Teller, BO, Admin Kredit, Marketing, SO
27.12.2009
selengkapnya ….
11.12.2009 Pt. Leighton Contractors Indonesia SPM, SPR, SPF, FMM, FWD, FAE, ITC, MC, AE, MS selengkapnya ….
11.12.2009 Pt. Kalimantan Prima Service HV-SV, TX-SV, TX-OF, FA-OF, RD-SU, QMS-EG, HSE-EG, PN-OF,RC-OF,AD-OF selengkapnya ….
11.12.2009 Pt. Astra INTL Tbk-TOYOTA (Auto 2000) Sales Executive, Counter Sales selengkapnya ….
11.12.2009 Pt. Samudera Karya Energi Marketing, Sekretaris, Akunting selengkapnya ….
11.12.2009 Pt. Securindo Packatama Indonesia Administrasi
20.12.2009
selengkapnya ….
11.12.2009 Pt. Soho Industri Pharmasi Medical Representative
15.12.2009
selengkapnya ….
11.12.2009 Pt. BFI Finance Indonesia CS, KKE, ADM, ME, AE
1 Minggu
selengkapnya ….
11.12.2009 Pt. Kresna Reksa Finance AO Traine, AO Survey selengkapnya ….
09.12.2009 Kobexindo Tractors Driver, Warehouse, Part Officer, Sales Unit Heavy Equipment
2 minggu
selengkapnya ….
09.12.2009 PT. Etam Abdi Nusa Adm. Perpajakan dan AR/AP selengkapnya ….
09.12.2009 E-CLub Karaoke Keluarga Tenaga Administrasi selengkapnya ….
09.12.2009 The Tempo Group Asisten Apoteker, Akunting, Salesman, SPG, Security
2 minggu
selengkapnya ….

11 Desember 2009

Lowongan kerja balikpapan deadline Desember 2009

Berikut Info Lowongan dari Balikpapan

Instansi / Perusahaan
Posisi
Paling Lambat
Serba Mulia Karyawan
14.12.2009
selengkapnya ….
Monument Co ltd OB, Inventory, Adm, Personalia, Supervisor, SPG/SPB, Gudang, Ass. KA. Cabang
21.12.2009
selengkapnya ….
Pt. Sanggar Sarana Baja Machining Operator
18.12.2009
selengkapnya ….
Permata Finance Surveyor, CS, Legal BPKB selengkapnya ….
Nusantara Surya Sakti Kepala Promosi, Kepala Akomodasi, Honorer selengkapnya ….
Batara Indah Office Salesman
2 minggu
selengkapnya ….
Perusahaan Alat Berat Adm. Purchase
11.12.2009
selengkapnya ….
Bee Corp dan MUC Consulting Marketing
02.01.2010
selengkapnya ….
Hypermart 40 orang Kasir dan Pramuniaga
2-15.12.2009
selengkapnya ….
Perusahaan Pelayaran Captain, Chief Officer, Second Officer, Chief Engineer, Slickener, Mechanic, Project Engineer selengkapnya ….
Astra Motor Sales Executive selengkapnya ….
Argometer Taxi Balikpapan Supir
15.12.2009
selengkapnya .

Lowongan PT. bank OCBC NISP, tbk dan perusahaan pembiayaan PT. BCA Finance

PT. Bank OCBC NISP, Tbk. dan Perusahaan Pembiayaan PT.BCA FINANCE
sebagai klien kami, saat ini sedang membutuhkan karyawan untuk posisi:

1. Teller (OCBC NISP)
2. Credit Marketing Officer (BCA FINANCE)
3. Collection Field (BCA FINANCE)

Dengan Persyaratan:

1. Pendidikan Minimal S1 (1) dan D3 (2 dan 3) Segala Jurusan.
2. Pria/ Wanita (1) dan Pria (2 dan 3)
3. Berpenampilan Menarik (1)
4. IPK Minimal 2.75
5. Bisa Mengoperasikan Komputer
6. Memiliki Kendaraan Sendiri/ SIM C (2 dan 3)
7. Penempatan Samarinda (1, 2, 3) dan Balikpapan (2, 3)

Bagi yang memenuhi kualifikasi, segera kirimkan Berkas Lamaran Lengkap
dan Pass Photo Berwarna 4×6 2 Lembar ke:

HRD PT. Mutual+
Kompleks Ruko Balikpapan Baru
Blok D1 No. 3,
Jl. MT. Haryono, Balikpapan 76114

Email: balikpapan@mutualglobal.com
balikpapan.sdm@gmail.com

Download Antivirus Smadav 2009 rev 7.4 terbaru

Pada Rev. 7 kali ini Smadav telah disempurnakan untuk menjadi jauh lebih cepat dan lebih ringan dalam mendeteksi dan mengamankan komputer Anda dari ancaman virus di Indonesia. Fitur-fitur baru yang ditambahkan seperti Smad-Turbo (Scanning 10x lebih cepat), Smad-Theme (Mengganti warna tema), Smad-Ray (Otomatis scan flashdisk sangat cepat). Ini semua membuat Smadav menjadi salah satu dari antivirus tercepat dan paling ringan sedunia, sehingga Smadav tetap dapat digunakan pada komputer-komputer dengan spesifikasi rendah sekalipun.

Pada Rev. 7 ini Smadav juga menambahkan database pengenalan virus-virus baru yang banyak menyebar di Indonesia. Perkembangan virus lokal saat ini semakin berkurang dan tidak seaktif bulan-bulan sebelumnya. Mungkin ini karena Smadav yang sudah banyak digunakan pengguna-pengguna komputer di Indonesia. Jadi, virus lokal di Indonesia sekarang tinggal sedikit lagi untuk menuju kepunahan.

Selain itu juga banyak perbaikan yang dilakukan pada tampilan Smadav secara keseluruhan agar Smadav semakin mudah dan praktis digunakan. Berikut ini adalah penjelasan lengkap fitur-fitur baru di Smadav 2009 Rev 7 :

Smad-Turbo (Scanning 10x lebih cepat)

Smad-Turbo adalah salah satu fitur scanning antivirus tercepat di dunia yang hanya dimiliki Smadav Pro. Jika dengan Smadav Free Anda memerlukan waktu 20 menit untuk scanning seluruh isi file komputer, dengan menggunakan fitur ini Anda hanya perlu waktu kira-kira 1-2 menit untuk melakukan scanning seluruh isi file di komputer Anda. Jadi, Scanning Smadav Pro 10x lebih cepat daripada Smadav Free dengan menggunakan Smad-Turbo ini.

Smad-Theme (Mengganti warna tema)
Smadav Pro mempunyai kemampuan untuk mengganti warna tema Smadav yang awalnya berwarna hijau menjadi warna pilihan Anda. Di bagian setting warna tema Anda dapat menemukan warna pilihan Anda sendiri untuk menjadi tema Smadav. Setelah Anda ganti tema warnanya, warna semua tampilan Smadav akan otomatis berubah menjadi warna pilihan Anda.

Smad-Ray (Otomatis scan flashdisk sangat cepat)

Setelah flash-disk dicolok di komputer, Smadav akan langsung memunculkan hasil scan dalam bentuk notifikasi apakah flashdisk Anda terinfeksi virus atau tidak, prosesnya sangat cepat hanya sekitar 1-5 detik sehingga Anda tidak perlu lagi berlama-lama menunggu hasil scanning flashdisk yang baru dicolok.
Perbaikan tampilan Smadav
Tampilan Smadav yang lama dianggap pengguna masih terlalu besar dan tidak cocok untuk sebagian pengguna di Mini Laptop/Netbook. Pada Rev. 7 kali ini tampilan Smadav sudah berukuran lebih kecil dan Smadav sudah bisa menyesuaikan ukurannya menjadi mini ketika dipakai di Netbook.

Perbandingan Smadav Free & Pro
Pada bagian tab donation sekarang sudah ditambahkan tabel perbandingan Smadav Free & Pro. Anda dapat mengklik baris-baris pada tabel ini untuk mengetahui kelebihan-kelebihan Smadav Pro dibandingkan Smadav Free.

Penyempurnaan Smadav 2009 Rev. 7.1

  • Penambahan database virus baru
  • AutoUpdate untuk Smadav Pro di Vista & Win7
  • Perbaikan Bug Scan with Smadav
  • Loading Quarantine lebih cepat
  • Mengirim statistik ke server Smadav
  • Bug pada pembersihan virus fusion

Penyempurnaan Smadav 2009 Rev. 7.2

  • Penambahan fitur Exception di Tools 1-Virus By-User
  • Penambahan banyak database virus baru
  • Perbaikan koneksi program Smadav dengan server Smadav.net
  • Perbaikan proteksi registration key anti pembajakan

Penyempurnaan Smadav 2009 Rev. 7.3

  • Pembersihan tuntas untuk beberapa virus baru
  • Penambahan kecerdasan (heuristic) pendeteksi virus Smadav
  • Perbaikan metode update Smadav
  • Penggantian server utama Smadav.net
  • Perbaikan salah deteksi pada beberapa program

Penyempurnaan Smadav 2009 Rev. 7.4

  • Smad-Behavior (Beta), fitur baru SmaRTP untuk proteksi komputer berdasarkan tingkah laku program
  • Pembersihan tuntas untuk 55 virus lokal baru
  • Penyempurnaan pembersih virus Smadav menjadi lebih cepat
  • Penambahan tombol “More” di scanner
  • Pengubahan nama folder “Smad-Lock” menjadi “Smad-Lock (Brankas Smadav)”
  • Pengiriman statistik ke server Smadav.net, untuk mencegah pembajakan Smadav Pro
  • Penambahan fungsi explore pada karantina
  • Perbaikan bug pada dialog saat pemilihan file di 1 virus by user

download Smadav rev 7.4

Total Quality Control ( Manajemen Mutu Terpadu )

Elemen pendukung dalam TQM
Elemen-elemen pendukung untuk penerapan manajemen mutu terpadu yang dimaksud adalah :

1. Kepemimpinan
Manajer senior harus mengarahkan upaya pencapaian tujuan dengan memberikan, menggunakan alat dan bahan yang komunikatif, menggunakan data dan menggali siapa-siapa yang berhasil menerapkan konsep manajemen mutu terpadu.
Pimpinan Senior suatu organisasi harus sepenuhnya menghayati implikasi manajemen di dalam suatu ekonomi internasional di mana manajer yang paling berhasil, paling mampu dan paling hebat pendidikannya di dunia, harus diperebutkan melalui persaingan yang ketat.
Pimpinan bisnis harus mengerti bahwa MMT adalah suatu proses yang terdiri dari tiga prinsip dan elemen-elemen pendukung yang harus mereka kelola agar mencapai perbaikan mutu yang berkesinambungan sebagai kunci keunggulan bersaing.

2. Pendidikan dan Pelatihan
Mutu didasarkan pada ketrampilan setiap karyawan yang pengertiannya tentang apa yang dibutuhkan oleh pelanggan ini mencakup mendidik dan melatih semua karyawan, memberikan baik informasi yang mereka butuhkan untuk menjamin perbaikan mutu dan memecahkan persoalan. Pelatihan inti ini memastikan bahwa suatu bahasa dan suatu set alat yang sama akan diperbaiki di seluruh perusahaan.

3. Struktur Pendukung
Manajer senior mungkin memerlukan dukungan untuk melakukan perubahan yang dianggap perlu melaksanakan strategi pencapaian mutu. Dukungan semacam ini mungkin diperoleh dari luar melalui konsultan, akan tetapi lebih baik kalau diperoleh dari dalam organisasi itu sendiri. Suatu staf pendukung yang kecil dapat membantu tim manajemen senior untuk mengartikan konsep mengenai mutu, membantu melalui “network” dengan manajer mutu di bagian lain dalam organisasi dan membantu sebagai narasumber mengenai topik-topik yang berhubungan dengan mutu bagi tim manajer senior.

4. Komunikasi
Komunikasi dalam suatu lingkungan mutu mungkin perlu ditempuh dengan cara berbeda-beda agar dapat berkomunimasi kepada seluruh karyawan mengenai suatu komitmen yang sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan dalam usaha peningkatan mutu. Secara ideal manajer harus bertemu pribadi dengan para karyawan untuk menyampaikan informasi, memberikan pengarahan, dan menjawab pertanyaan dari setiap karyawan.

5. Ganjaran dan Pengakuan
Tim individu yang berhasil menerapkan proses mutu harus diakui dan mungkin diberi ganjaran, sehingga karyawan lainnya sebagai anggota organisasi akan mengetahui apa yang diharapkan. Gagal mengenali seseorang mencapai sukses dengan menggunakan proses menejemen mutu terpadu akan memberikan kesan bahwa ini bukan arah menuju pekerjaan yang sukses, dan menungkinkan promosi atau sukses individu secara menyeluruh. Jadi pada dasarnya karyawan yang berhasil mencapai mutu tertentu harus diakui dan diberi ganjaran agar dapat menjadi panutan/contoh bagi karyawan lainnya.

6. Pengukuran
Penggunaan data hasil pengukuran menjadi sangat penting di dalam menetapkan proses manajemen mutu. Pengumpulan data pelanggan memberikan suatu tujuan dan penilaian kinerja yang realistis serta sangat berguna di dalam memotivasi setiap orang/karyawan untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya.

Mungkinkah TQM dapat diterapkan di Indonesia? Jawabnya mungkin saja kalau dipenuhi syarat-syarat berikut :
• Setiap perusahaan/organisasi harus secara terus meneurus melakukan perbaikan mutu produk dan pelayanan, sehingga dapat memuaskan para pelanggan.
• Memberikan kepuasan kepada pemilik, pemasok, karyawan dan para pemegang saham.
• Memiliki wawasan jauh kedepan dalam mencari laba dan memberikan kepuasan.
• Fokus utama ditujukan pada proses, baru menyusul hasil.
• Menciptakan kondisi di mana para karyawan aktif berpartisipasi dalam menciptakan keunggulan mutu.

Kesimpulan
Menghadapi era globalisasi sekarang ini, setiap perusahaan/organisasi harus mampu menghasilkan produk dengan mutu yang baik, harga lebih murah dan pelayanan yang lebih baik pula dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan perbaikan mutu semua aspek yang berkaitan produk tersebut yaitu : bahan mentah, karyawan yang terlatih, promosi yang efektif dan pelayanan memuaskan bagi pembeli, sehingga pembeli akan menjadi pelanggan yang setia. Mutu yang tercipta dengan kondisi seperti itulah yang disebut mutu terpadu secara menyeluruh (Total Quality).
Untuk keberhasilan pengembangan mutu di atas, diperlukan juga elemen pendukung seperti : kepemimpinan, pendidikan dan pelatihan, struktur pendukung, komunikasi, ganjaran dan pengakuan, serta pengukuran. Keberhasilan manajemen Jepang karena negeri ini secara konsekuen melaksanakan prinsip-prinsip mutu terpadu seperti di atas, yang kemudian di contoh oleh Amerika Serikat, Eropa dan negara-negara di Timur Tengah. Di Indonesia menerapkan Manajemen Mutu Terpadu akan berhasil kalau secara konsekuen pula mengikuti prinsip-prinsip dasar mutu terpadu, serta dilengkapi dengan karakteristik bumi Indonesia, seperti budaya, adat-istiadat dan lain sebagainya.

Palimirma/ET/vbm (dari berbagai sumber)

9 Desember 2009

sistem Informasi Manajemen Produksi dan maintenance/pemeliharaan

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PRODUKSI

  1. A. sistem informasi

Sistem informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.

Sistem informasi adalah satu kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.

Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.

Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang saling berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah diolah sehingga lebih berguna bagi penggunanya).

Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat keputusan manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.

Sebuah sistem informasi merupakan suatu kumpulan atau seperangkat komponen yang berhubungan dan mendukung dengan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi.

Hasil dari proses tersebut digunakan pihak manajemen sebagai suatu dasar dalam pembuatan keputusan organisasi. Selain itu, sistem informasi yang baik juga dapat membantu dalam hal penganalisaan dan visualisasi masalah dalam penciptaan produk baru.

Bentuk aplikasi sistem informasi dalam fungsi area bisnis

a)      Masing-masing bagian dalam suatu corporation (badan hukum) memiliki struktur organisasi

b)      Masing-masing bagian area bisnis dalam struktur organisasi memiliki fungsi dan tugas yang berbeda (sistem informasi)

c)      Masing-masing area di dukung oleh sistem informasinya sendiri, meski di antara area dapat saling sharing informasi

d)      Untuk melihat macam aplikasi sistem informasi dapat dilihat (bergantung) dari bentuk struktur organisasi pada masing-masing fungsi area bisnisnya.

e) Berbagai macam fungsi area bisnis : akuntansi, keuangan, pemasaran, produksi/operasi dan human resources

  1. B. Sistem informasi manajemen produksi

Sistem informasi manajemen produksi mendukung fungsi produksi/operasi yang meliputi semua aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan dan pengadilan proses menghasilkan barang atau jasa. Sistem ini mendapatkan dan memproses data mengenai semua aktivitas mencakup produksi yang baik dan pelayanan (services) yang dibutuhkan oleh konsumen.

Tujuan dari sistem informasi produksi ini :

1)      Digunakan dalam merencanakan, monitoring dan mengontrol proses produksi yg terjadi sehingga lebih efisien

2)      Menghasilkan efisiensi proses produksi, kontrol kualitas yg ketat serta menghasilkan produk yg lebih bagus

3)      Mengurangi biaya dari penggunaan berbagai inventarisasi dengan mendapatkan kontrol material yang baik

4)      Produksi yang dihasilkan tepat

Dalam suatu perusahaan banyak faktor yang perlu mendapat perhatian dan dukungan yang cepat dari pengelolaannya dalam upaya mencapai tujuan operasional secara optimal.  Pada saat ini komputer merupakan salah satu alternatif utama untuk mendukung kegiatan operasional suatu perusahaan, baik perusahaan besar, menengah, maupun kecil. Komputer berfungsi sebagai alat  bantu dalam menyelesaikan masalah, baik untuk keperluan administrasi, perhitungan yang rumit, arsip, pembuatan sistem informasi, pengambilan keputusan, dan lain-lain.

Oleh sebab itu pada era globalisasi ini, komputer merupakan pendukung yang handal dalam kemajuan suatu usaha. Salah satunya adalah dalam bidang produksi barang. Salah satu fungsi dalam bidang produksi yang sangat penting adalah menghitung harga pokok produksi. Ketidakakuratan dalam menghitung harga pokok produksi akan menimbulkan dampak yang negatif. Sebab harga pokok produksi mempengaruhi harga jual suatu produk. Bila  terlalu tinggi maka harga jualnya pun relatif tinggi. Sehingga mengakibatkan kalah bersaing dengan produk dari perusahaan lain yang mempunyai harga jual yang lebih rendah. Sebaliknya, bila harga pokok produksi terlalu rendah, maka jelas ini  akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

Fungsi lainnya yang juga sangat penting dalam bidang produksi adalah kontrol produksi. Dalam proses produksi suatu barang, kebanyakan memiliki tahapan-tahapan proses produksi yang cukup banyak.Yaitu mulai dari bahan  baku sampai terbentuk menjadi barang setengah jadi atau bahkan menjadi barang jadi. Dari setiap tahapan  proses produksi harus dikontrol dengan seksama.  Karena kesalahan kecil saja dari salah satu tahap dapat menyebabkan suatu kerugian yang besar bagi perusahaan.

Computer Integrated Manufacturing (CIM)

Teknologi komputer yang maju saat ini dapat menunjang berbagai macam kegiatan produksi yang dapat lebih efisien. Berbagai sistem informasi produksi, banyak yang dijalankan melalui Web, digunakan untuk mendukung manufaktur terintegrasi dengan komputer (computer intragated manufacturing-CIM).

Manfaat dengan adanya CIM ini adalah :

  1. Menyederhanakan (merekayasa ulang) proses produksi, desain produk, dan organisasi pabrik sebagai dasar yang penting untuk otomatisasi serta Integrasi.
  2. Pengotomatisan Proses Produksi dan berbagai fungsi bisnis yang mendukung mereka melalui komputer, mesin, dan robot.
  3. Pengintegrasian semua proses produksi dan pendukung menggunakan jaringan komputer, software lintas fungsi bisnis, serta teknologi bisnis informasi lainya.

Tujuan umum dari CIM dan sistem informasi semacam itu adalah untuk menciptakan proses produksi yang fleksibel dan lincah, yang secara efisien menghasilkan berbagai produk berkualitas tinggi. Jadi, CIM mendukung berbagai konsep sistem produksi yang fleksibel, produksi yang bergerak cepat dan manajemen kualitas total.

Sistem informasi produksi membantu perusahaan untuk menyederhanakan, mengotomatisasi dan mengintegrasikan banyak aktivitas yang dibutuhkan untuk menghasilkan berbagai jenis produk. Contohnya, komputer digunakan untuk membantu para teknisi mendesain produk yang lebih baik dengan menggunakan sistem computer- aided engineering (CAE) dan computer-aided design (CAD), serta proses produksi yang lebih baik melalui computer-aided process planning.

Sistem computer-aided manufacturing (CAM) adalah berbagai sistem yang mengotomatisasi proses produksi. Contohnya, hal ini dapat dicapai dengan memonitor serta mengendalikan proses manufaktur dalam pabrik (manufacturing execution system – MES)

Manufacturing execution system (MES) adalah sistem informasi pemonitor kinerja untuk operasi tempat kerja pabrik. Pengendalian proses adalah penggunaan komputer untuk mengendalikan proses fisik yang terus berjalan. Pengendalian mesin adalah penggunaan berbagai komputer untuk mengendalikan berbagai tindakan mesin. Hal ini juga terkenal disebut sebagai Pengendalian numerik (numerical control).

Jadi sistem komputerisasi saat ini sangat penting didalam menciptakan keputusan manajemen produksi.

Manajemen Produksi

Dalam melakukan kegiatan produksi ada berbagai faktor yang harus dikelola yang sering disebut sebagai faktor – faktor produksi yaitu :

  1. Material atau bahan
  2. Mesin atau peralatan
  3. Manusia atau karyawan
  4. Modal atau uang
  5. Manajemen yang akan memfungsionalisasikan keempat faktor yang lain.

Dengan demikian manajemen operasi berkaitan dengan pengelolaan faktor – faktor produksi sedemikian rupa sehingga keluaran (output) yang dihasilkan sesuai dengan permintaan konsumen baik kualitas, harga maupun waktu penyampaiannya. Sekilas telah disebutkan dari uraian di atas bahwa manajemen produksi operasi bertanggung jawab atas dihasilkannya keluaran (output) baik yang berupa produk maupun jasa yang sesuai dengan permintaan dan kebutuhan konsumen dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau serta disampaikan tepat pada waktunya. Bertitik tolak dari tanggung jawab ini maka ukuran kinerja suatu sistem operasi dapat diukur dari :

1. Ongkos Produksi

Bila dikaitkan dengan tujuan suatu sistem usaha, maka ukuran kinerja sering diukur dengan keuntungan yang dapat dicapai, namun seperti diuraikan diatas bahwa sistem produksi hanyalah salah satu dari sub sistem yang ada dalam suatu sistem usaha, sehingga untuk mengukur seberapa besar kontribusi sistem operasi di dalam pencapaian keuntungan bukanlah hal yang mudah. Oleh sebab itu untuk mengukur kinerja sistem produksi diambil ukuran waktu operasi tertentu (biasanya dalam waktu satu tahun)

Ongkos produksi ini meliputi semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk / jasa ketangan konsumen. Dengan ongkos produksi yang murah diharapkan bahwa produk / jasa dapat dipasarkan dengan harga yang dapat dijangkau oleh konsumen.

2. Kualitas Produk / Jasa

Kenyataan menunjukan bahwa konsumen tidak hanya memilih produk/jasa yang harganya murah namun juga produk/jasa yang berkualitas, oleh sebab itu baik buruknya suatu sistem produksi juga diukur dari kualitas produk/jasa yang dihasilkan. Ukuran kualitas produk yang dimaksudkan disini tentunya yang disesuaikan dengan selera konsumen bukan ukuran kualitas secara teknologi semata

3. Tingkat Pelayanan

Bagi konsumen untuk menilai baik buruknya suatu sistem produksi / operasi lebih dinilai dari pelayanan yang dapat diberikan oleh system produksi kepada konsumen itu sendiri. Berbicara mengenai tingkat pelayanan (service level) merupakan ukuran yang tidak mudah untuk diukur, sebab banyak dipengaruhi oleh faktor – faktor kualitatif, walaupun demikian beberapa ukuran obyektif yang sering digunakan antara lain :

  1. Ketersediaan (availability) dan kemudahan untuk mendapatkan produk / jasa.
  2. Kecepatan pelayanan baik yang berkaitan dengan waktu pengiriman (delivery time) maupun waktu pemrosesan (processing time)

Agar dapat dicapai kinerja sistem operasi diatas maka seorang manajer produksi / operasi dituntut untuk mempunyai sedikitnya dua kompetensi, yaitu

1)      Kompetensi Teknikal yaitu kompetensi yang berkaitan dengan pemahaman atas teknologi proses produksi dan pengetahuan atas jenis – jenis pekerjaan yang harus dikelola. Tanpa memiliki kompetensi teknikal ini maka seorang manajer produksi / operasi tidak akan mengerti apa yang sebenarnya harus diperbuat

2)      Kompetensi Manajerial yaitu kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber – sumber daya (faktor – faktor produksi) serta kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain. Kompetensi ini sangat diperlukan mengingat penguasaan pengelolaan atas faktor -– faktor produksi serta menjalin koordinasi dan kerjasama dengan fungsi – fungsi lain yang ada didalam suatu unit usaha merupakan keharusan yang tak dapat dihindarkan.

MAINTENANCE/PEMELIHARAAN

Maintenance (pemeliharaan) adalah semua aktivitas yang berkaitan untuk mempertahankan peralatan sistem dalam kondisi layak bekerja. Sebuah sistem pemeliharaan yang baik akan menghilangkan variabilitas sistem. Strategi maintenance (pemeliharaan) adalah :

1. Menerapkan dan meningkatkan pemeliharaan pencegahan

2. Meningkatkan kemampuan atau kecepatan perbaikan

Reliability (reliabilitas) adalah peluang sebuah komponen mesin atau produk akan bekerja secara baik untuk waktu tertentu di bawah kondisi tertentu. Taktik keandalan adalah :

1. Meningkatkan komponen individual

2. Memberikan redundancy

Tujuan pemeliharaan dan keandalan adalah untuk mempertahankan kemampuan sistem serta mengendalikan biaya. Strategi Pemeliharaan dan Reliabilitas yang baik membutuhkan keterlibatan karyawan dan prosedur yang baik.

A. MAINTENANCE (PEMELIHARAAN)

Untuk mengukur kesuksesan manajemen pemeliharaan, maka ada dua unsur yang harus ditentukan terlebih dahulu, yaitu keterlibatan karyawan dan prosedur pemeliharaan.

Faktor karyawan dalam hal pemeliharaan dapat dilihat dari informasi yang dimiliki karyawan, keahlian yang dimilikinya, kompensasi yang diterima sebagai faktor penguat motivasi dan kekuatan sinergi yang perlu dilakukan.

Sebagai upaya untuk meningkatkan penguasaan informasi dan keahlian dalam kaitannya dengan kegiatan pemeliharaan, maka pihak manajemen dapat menempuh beberapa hal yaitu :

• Pertukaran informasi. Melalui penciptaan iklim yang kondusif, misalnya adanya bank data ( bank prosedur) yang berisikan data serta prosedur tentang pemeliharaan segala jenis mesin dalam sistem manufaktur.

•Pelatihan keahlian. Bagi karyawan yang belum memiliki keahlian yang diharapkan, perusahaan dapat memilih untuk mengirimkan ke training center yang menawarkan pelatihan-pelatihan atau langsung dilatih di perusahaan melalui on the job training.

Adapun tentang prosedur pemeliharaan mesin-mesin, faktor yang perlu diperhatikan adalah prosedur pembersihan dan pelumasan. Pembersihan ini ditujukan untuk menghindari korosi, kemacetan akibat adanya kotoran dan kegiatan ini dilakukan secara rutin. Sedangkan pelumasan bertujuan agar tidak terjadi gesekan material mesin secara langsung, mendinginkan panas mesin pada kondisi tertentu, dan memperpanjang umur mesin.

Prosedur berikutnya adalah monitor dan penyesuaian. Monitor harus dilakukan secara kontinue dengan jadwal yang sudah ditentukan. Sistem monitor yang baik akan mampu melakukan penyesuaian yang diperlukan.

Manfaat dari adanya kegiatan pemeliharaan ( maintenance) antara lain :

  1. Perbaikan terus-menerus. Kegiatan ini menjadi kajian yang penting dalam manajemen operasi, baik manufaktur maupun jasa, terutama pabrik-pabrik yang menggunakan mesin yang berputar dan beroperasi setiap saat.
  2. Meningkatkan kapasitas. Dengan adanya perbaikan yang terus-menerus, maka tidak akan ada pengerjaan ulang / proses ulang, sehingga kapasitas akan meningkat.
  3. Mengurangi persediaan. Karena tidak perlu ada tumpukan bahan baku yang harus disiapkan untuk melakukan produksi ulang.
  4. Biaya operasi lebih rendah. Akibat kapasitas yang meningkat disertai dengan persediaan yang rendah, maka secara otomatis akan mengakibatkan biaya operasi lebih rendah. Tidak perlu penyimpanan bahan baku dan tidak perlu adanya biaya tambahan karena proses pengerjaan ulang.
  5. Produktivitas lebih tinggi. Jika biaya operasi lebih rendah, maka dari rumus produktivitas adalah output/input akan diperoleh bahwa produktivitas akan lebih besar (dengan catatan output konstan). Tentunya produktivitas akan lebih besar lagi jika output semakin besar.
  6. Meningkatkan kualitas. Akan tercipta cost advantage, artinya dengan kualitas yang sama baik, harga dapat ditetapkan menjadi lebih murah.

Terdapat dua jenis strategi pemeliharaan :

  1. A. Pemeliharaan Pencegahan (Preventive Maintenance)

Pemeliharaan pencegahan sebuah rencana yang meliputi pemeriksaan rutin, pemeliharaan, dan menjaga fasilitas tetap dalam kondisi baik utuk mencegah kegagalan. Sebuah tingkat kegagalan awal yang tinggi, dikenal sebagai tingkat kematian dini (infant mortality), yang mungkin terjadi pada banyak produk. Yang dimaksud tingkat kematian dini sendiri yaitu tingkat kegagalan di awal kehidupan sebuah produk atau proses.

Hasil yang cacat / gagal akan menyebabkan tambahan biaya karena harus diproses kembali dan yang lebih besar resikonya adalah kurangnya kepercayaan konsumen kepada perusahaan akibat produk gagal. Tambahan yang timbul menyebabkan biaya produksi membengkak ( tidak minimal). Jika biaya produksi membengkak, maka harga barang menjadi tinggi.

Pemeliharaan yang periodik dan terencana sangat diperlukan pada fasilitas-fasilitas produksi, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan ” Unit Kritis” dikarenakan :

a)   Kerusakan fasilitas tersebut akan menyebabkan terhentinya seluruh aktivitas proses produksi.

b)   Kerusakan fasilitas tersebut akan mempengaruhi kualitas produk.

c)     Investasi yang ditanamkan dalam fasilitas tersebut cukup besar.

d)   Kerusakan fasilitas tersebut akan membahayakan pekerja, baik kesehatan maupun keselamatannya.

Preventive maintenance ini dapat mengatasi kerusakan yang tiba-tiba terjadi. Hal ini dikarenakan preventive maintenance ini dapat mendeteksi dan menangkap sinyal kapan suatu system akan mengalami kerusakan serta menentukan kapan suatu system memerlukan service ( perbaikan).

Dengan teknik pelaporan yang baik, perusahaan dapat menjaga arsip proses, mesin, atau peralatan individu. Arsip seperti itu dapat menyediakan profil yang berisi baik jenis pemeliharaan yang diperlukan maupun waktu pemeliharaan yang dibutuhkan. Sejarah pemeliharaan peralatan merupakan bagian yang sangat penting bagi sebuah system pemeliharaan pencegahan, seperti halnya catatan mengenai waktu dan biaya perbaikan. Arsip seperti ini juga memberikan informasi serupa tentang keluarga peralatan begitu juga pemasok.

  1. B. Pemeliharaan Kerusakan / Perbaikan

Pemeliharaan kerusakan adalah pemeliharaan secara langsung yang terjadi ketika peralatan gagal dan harus diperbaiki dalam kondisi darurat atau dengan dasar prioritas.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan mesin produksi, yaitu :

  1. Pemilihan rancang bangun yang tidak sesuai
  2. Keterampilan operator dan petugas pemeliharaan yang tidak mendukung dalam pegoperasian mesin produksi
  3. Kelalaian dalam pemeliharaan dasar, seperti kebersihan dan pelumasan
  4. Kondisi mesin atau peralatan yang sudah aus akibat gesekan, dan
  5. Kesalahan menjaga kondisi operasi mesin pada saat beroperasi

Kerusakan yang disebabkan beberapa hal di atas, akan mengakibatkan :

1)      Inefisiensi operasi, karena harus melakukan pemrosesan ulang.

2)      Reputasi yang buruk, karena berubahnya cara pandang konsumen terhadap produk.

3)      Rendahnya profitability, karena berkurangnya permintaan konsumen dalam jangka panjang.

4)      Kehilangan pelanggan yang beralih ke produk lain, karena produk yang gagal.

5)      Menurunnya kualitas produk, karena produk yang gagal.

6)      Karyawan menjadi tidak puas, karena menghasilkan produk yang gagal.

7)      Keuntungan menjadi semakin rendah akibat menurunnya permintaan.

Karena itu perlu untuk meningkatkan kemampuan memperbaiki. Memperbesar atau meningkatkan fasilitas pemeliharaan dapat menjadikan sistem bekerja secara lebih cepat. Sebuah fasilitas pemeliharaan yang baik memerlukan enam fitur berikut : Personel yang terlatih dengan baik, Sumber daya yang cukup, Kemampuan untuk menetapkan sebuah rencana perbaikan dan prioritas , Kemampuan dan otoritas untuk melakukan perencanaan material , Kemampuan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan , Kemampuan untuk mendesain cara untuk memperluas mean time between failures (waktu rata-rata kegagalan).

B. RELIABILITY (KEANDALAN)

Pemeliharaan akan menyebabkan reliabilitas, dan reliabilitas akan menyebabkan efisiensi dan meningkatkan produktivitas. Untuk mengelola masing-masing komponen, maka teknik yang digunakan adalah :

1) Meningkatkan komponen individual

Untuk mengukur keandalan di sebuah sistem di mana setiap komponen atau individu mungkin hanya memiliki tingkat keandalan tersendiri, digunakan metode perhitungan keandalan sistem (Rs) sangat sederhana. Perhitungan ini mencoba menemukan hasil kali dari keandalan individu sebagai berikut:

Rs = R1 x R2 x R3 x … x Rn ..…(1)

Dengan asumsi bahwa keandalan sebuah komponen individu tidak bergantung pada keandalan komponen yang lain (setiap komponen berdiri sendiri).

Keterandalan juga dapat diartikan sebagai peluang yang berfungsi dalam waktu yang telah ditentukan. Ukuran keterandalan yang paling sering dilakukan adalah tingkat kegagalan produk (product failure rate / FR). Perusahaan yang memproduksi peralatan berteknologi tinggi sering menyediakan data tingkat kegagalan produk mereka.

FR (%) = (Jumlah unit yang rusak/Jumlah unit yang diuji) x 100% ..…(2)

atau

FR (N) = Jumlah unit yang rusak/Jumlah unit-jam waktu operasi …..(3)

Juga menggunakan waktu rata-rata antara kegagalan ( mean time between failures / MTBF), yaitu waktu yang diharapkan di antara perbaikan dan kegagalan komponen, mesin, proses, atau produk yang berikutnya.

MTBF = 1 / FR (N) …..(4)

2) Menetapkan Redundancy

Untuk meningkatkan keandalan sistem, maka ditambahkan redundancy. Teknik ini digunakan untuk “menyokong” komponen dengan komponen tambahan ( cadangan). Hal ini dilakukan dengan menempatkan unit secara paralel dan merupakan taktik manajemen operasi standar.

Redundancy diberikan untuk memastikan bahwa jika sebuah komponen gagal, maka sistem memiliki sumber daya yang lain. Keandalan yang dihasilkan adalah kemungkinan komponen pertama bekerja ditambah dengan kemungkinan dari komponen cadangan ( komponen paralelnya) yang bekerja dikalikan dengan kemungkinan perlunya komponen cadangan.

Seorang manajer dapat mengevaluasi efektivitas fungsi pemeliharaan. Untuk mengukur kesuksesan manajemen pemeliharaan, maka ada dua unsur yang harus ditentukan terlebih dahulu, yaitu keterlibatan karyawan dan prosedur pemeliharaan.

Faktor karyawan dalam hal pemeliharaan dapat dilihat dari informasi yang dimiliki karyawan, keahlian yang dimilikinya, kompensasi yang diterima sebagai faktor penguat motivasi dan kekuatan sinergi yang perlu dilakukan.

Adapun tentang prosedur pemeliharaan mesin-mesin, faktor yang perlu diperhatikan adalah prosedur pembersihan dan pelumasan, juga monitor dan penyesuaian.

Seperti yang dijelaskan di atas, pemeliharaan pencegahan yang periodik dan terencana sangat diperlukan pada fasilitas-fasilitas produksi, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan ” Unit Kritis” dikarenakan :

  1. Kerusakan fasilitas tersebut akan menyebabkan terhentinya seluruh aktivitas proses produksi.
  2. Kerusakan fasilitas tersebut akan mempengaruhi kualitas produk.
  3. Investasi yang ditanamkan dalam fasilitas tersebut cukup besar.
    1. Kerusakan fasilitas tersebut akan membahayakan pekerja, baik kesehatan maupun keselamatannya.

Oleh karena itu pemeliharaan sebelum mesin mengalami kerusakan sangat penting dilakukan. Bagaimana pun, konsekuensi kerusakan harus benar-benar dipertimbangkan. Bahkan beberapa kerusakan kecil dapat mengakibatkan malapetaka untuk produktivitas ke depannya.

16 November 2009

Perencanaan dalam Ekonomi Manajemen

Proses manajemen atau yang sering kita dengan top management/manajemen utama dimana fungsi dari manajemen adalah merupakan elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat didalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh menejer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan, karena perencanaan adalah merupakan kegiatan meneger untuk menyusun rencana. Kalau menyusun rencana berarti memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimilki. Oleh sebab suatu keputusan adalah sebagai petunjuk langkah-langksh selanjutnya.

Karena sifat dari perencanaan adalah  ”the neture of planning”, yaiti senantiasa berkaitan dengan hal-hal :

  1. Senantiasa berhubungan dengan tujuan
  2. Perencanaan timbul, karena adanya suatu organisasi
  3. Perencanaan yang baik akan tergantung pada yang membuat perencanaan
  4. Perencanaan berarti, menghindari adanya faktor random (sembarangan)

Sebuah teori yang dikemuakan oleh ”Howard” bahwa ”

-Decision making can be defined as the selection bassed on some criteria of one behavior alternative from two or more possible alternative”

Sifat-sifat Rencana Yang Baik

Didalam perencanaan yang baik harus memuat sifat-sifat yaitu :

  1. Pemakaian kata-kata yang sederhana dan jelas (artinya mudah dipahami oleh yang menerima sehingga penafsiran yang berbeda-beda dapat ditiadakan)
  2. Fleksibel (artinya suatu rencana harus dapat menyesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya. Bila ada perubahan keadaan maka tidak semua rencana dirubah dan dimungkinkan diadakan penyesuaian-penyesuaian. Jadi sifatnya tidak kaku harus begini dan begitu walaupun keadaan lain dari yang direncanakan.
  3. Stabilitas (artinya tidak perlu setiap kali rencana mengalama perubahan jadi harus dijaga  kestabilitasannya, sehingga ada dalam perimbangan.
  4. Ada perimbangan (artinya masalah waktu  harus seimbang dengan kebutuhan)
  5. Seluruh tindakan yang dibutuhkan sesuai dengan fungsi-fungsi yang ada.

Proses Pembuatan Rencana

Ada empat proses didalam pembuatan rencana, yang harus kita perhatikan, yaitu sebagai berikut :

  1. Menetapkan Tugas dan Tujuan
  2. Observasi dan analisa
  3. Mengadakan kemungkinan-kemungkinan
  4. Membuat sintesa/Rumusan

Siapa Pembuat Rencana  ?

Untuk mengetahui bahwa saiapa yang membuat rencana, didalam suatu proses fungsi dari pada manajemen, adalah

1.   Panita Perencana

  1. Bagian Perencanaan
  2. Tenaga Staff
  1. Bentuk Rencana ?

Berdasarkan luas cakupan masalah yang dihadapi oleh menejer/pimpinan dalam suatu organisasi serta jangka waktu yang berada dalam suatu rencana dalam proses manajemen, maka rencana dapat digolongkan yaitu : dari pada bentuk rencana operasional yang perlu diketahui :

    1. Single use plan (rencana sekali pakai)
    2. Standing plan (rencana tetap)

Single use plan, yaitu kegiatan yang tidak digunakan lagi setelah tercapainya tujuan  dan sifatnya  lebih terperinci karena hanya sekali pakai, misalnya rencana pembelian dan pemasangan mesin komputer dalam perusahaannya untuk mendukung kelancaran kerja.

Standing plan, yaitu berupa pendekatan-pendekatan standar untuk penanganan-penanganan situasi-situasi yang dapat diperkirakan terlebih dahulu dan dapat akan terjadi berulang-ulang.

 

28 Oktober 2009

STRATEGI PENEPATAN HARGA DALAM OLIGOPOLI

 

Teori dasar mengenai interpedensi

Konsep dasar oligopoli adalah interdependensi ( saling ketergantungan ) antara pesaing yang satu dengan pesaing yang lain. Mereka saling mempengaruhi satu sama lain pada suatu pasar yang sama.

Ciri –ciri lain di tunjukkan dalam beberapa model duopoly, yang mengambarkan bermacam – macam akibat adanya oligopoli.

 

  1. Kencederungan – kecenderungan pasa oligopoli

Kecenderungan utama di pasar oligopoli adalah adanya persamaan harga dan cirri-ciri produk yang sama pada semua prusahaan. Persamaan harga dalam oligopoli ketat hanyalah satu sisi dari kecenderungan yang mendasar.

 

  1. Ekspektasi dan Informasi

Keputusan seorang oligopoli akan dipengaruhi oleh harapan atau perkiraan oligopolies itu terhadap apa yang akan dilakukan oligopis lain.

 

Kolusi terselubung dan kepemimpinan harga

Para oligopoli mempunyai keinginan yang sama dalam penetapan harga dan berperilaku seakan menjadi monopoli bersama. Untuk saling mengikat satu sama yang lain meraka mengadakan ikatan dalam kontrak, memperluas organisasi atau pengawasan – pengawasan lainnya.

 

  1. Biaya

Bila biaya produksi masing-masing oligopolis adalah berbeda, maka kesempatan mengenai harga penjualan akan menjadi sulit, karena besarnya biaya akan sangat memperngaruhi harga produk yang dihasilkan. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar dan alami.

 

 

  1. Permintaan

Perbedaan dalam permintaan juga terjadi. Bila kurva permintaan berbeda antara perusahaan yang satu dengan yang lain, harga yang diinginkan akan berbeda pula, walaupun biaya produksi mungkin sama.

 

Memaksimumkan penjualan

Penjualan sering menambah biaya produksi dengan suatu aturan yang sederhana, yaitu menigkatkan mempertahan kan pangsa pasar. Pegangan ini dapat membantu perusahaan oligopoli dalam menetapkan volume penjualan, dengan mengabaikan interdependensi dan reaksi pesaing. Perusahaan hanya melihat peranan skala ekonomi, pertumbuhan, pangsa pasardan sebagainya.

Aturan-aturan seperti ini dapat meningkatkan output penjualan di mana keuntungan perusahaan maksimum. Memaksimumkan penjualan dapat menurunkan harga penjualan tetapi menaikkan volume output yang dijual lebih.

Tetapi sekali lagi, hasilnya mungkin agak konvensional. Memaksimumkan penjualan dapat menjadi konsisten dengan maksimisasi keuntungan jangka panjang. Inilah yang diharapkan manajer-manajer pada akhir orientasi pertumbuhan perusahaan mereka.

 

KERJA SAMA DAN KOLUSI

Kerja sama vs Kecurangan

Pertanyaan yang mendasar mengenai adanya kerja sama antara perusahaan adalah: dapatkah kerja sama tersebut dipertahankan dalam jangka waktu yang lama? Bila kerja sama itu berhasil dapat bertahan lama maka kelompok perusahaan tersebut dapat menaikan harga penjualan dan memperoleh keuntungan yang lebih banyak. Kerja sama yang dapat bertahan lama berupa diantara perusahaan-perusahaan yang ada di dalam suatu industri tertentu akan menjadikan kolusi berjalan dengan sangat efektif. Semakin solid kerja sama di antara mereka, semakin mirip mereka dengan pasar monopoli. Hal ini terjadi tindakan mereka selalu sama dalam menghadapi pasar. Tertentu saja ini sangat merugikan konsumen.

 

Kondisi-kondisi yang mendorong adanya kolusi

Kolusi tentunya sangat tidak diinginkan oleh sebagian besar masyarakat tentunya para konsumen. Lain halnya dengan produsen, mereka berharap dengan adanya kolusi mereka dapat menambah keuntungan. Walaupun tidak di sukai masyarakat, kolusi dapat saja terjadi jika terbentuk suatu kondisi yang mendukung terjadinya kolusi. Kondisi pasar yang harus diwaspadai yang dapat menimbulkan adanya kolusi adalah terjadinya pemusatan kekuatan pangsa pasar. Hal lain adalah adanya kesamaan biaya dalam produksi dan kesamaan pemintaan dari masyarakat. Keadaan-keadaan tersebut akan dibahas secara lebih mendalam.

Keadaan-keadaan tersebut di atas tentunya sangat tidak diharapkan oleh masyarakat konsumen. Tetapi sebalik nya hal ini sangat diharapkan oleh para perusahaan produsen. Adakalanya perusahaan sengaja menciptakan kondisi-kondisi tersebut demi kepentingannya sendiri.

 

Konsentrasi dan kelangkaan

Pemusatan perusahaan berarti ada sedikit penjual utama yang terdapat pada industri tersebut. Karena perusahaan hanya ada sedikit saja mereka dapat cepat mengetahui kecurangan yang dilakukan perusahaan lain.

 

  1. Biaya

Ada dua hal yang penting yang dapat mempermudah maupun mempersulit diadakan kesepakatan kolusi yang perlu mendapatkan perhatian.

Pertama, ongkos produksi yang hampir sama membuat kerja sama lebih muda karena harga yang ditetapkan nantinya juga relatif sama.

Kedua, ongkos “overhead” yang tinggi membuat kerja sama sulit, karena memudahkan dilakukannya pemotongan harga pada waktu permintaan rendah. Bahkan dalam keadaan normal,seluruh industri dalam keadaan ekuilibrium, berupa penjualan mungkin sengaja menglami kekurangan pembeli.

 

  1. Permintaan

Pergeseran permintaan dapat terjadi secara acak atau secara sistematis atau pula dapat dengan cara kedua-duanya: pergeseran permintaan yang acak merupakan ancaman yang di perhitungkan dalam penetapan harga, karena dapat menjebak obligasi dalam mengontrol pasar dan memusatkan ekspektasi pada tingkat harga yang sama.

 

  1. Titik pusat

Titik pusat adalah harga atau lokasi yang diketahui dan disetujui oleh semua para pesaing

 

  1. Persaingan bukan harga

Persaingan bukan harga dapat menggantikan persaingan harga. Persaingan bukan harga dapat dilakukan bila harga pasar di pasar sudah stabil. Persaingan ihi juga dapat dilakukan apabila sudah terdapat kesepakatan harga. Biasanya persaingan ini dilakukan dalam wujud rencangan produk, advertensi, dan sebagainya.

 

  1. Informasi

Informasi dapat memudahkan kerja sama antaraperusahaan, semakin baik system informasi semakin cepat perusahaan dapat mendeteksi adanya pemotongan harga yang dilakukan perusahaan lain. Jadi system informasi yang baik dapat membantu mempertahankan harga yang sudah di tetapkan.

 

Macam-macam kolusi

Ada beberapa macam kolusi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dalam suatu industri. Kategori-kategori utama adalah ( dari yang kuat sampai yang lemah ):

  • Kartel
  • Pengawasan
  • Persetujuan
  • Kolusi teselubung

 

 

 

DISKRIMINASI HARGA

 

Diskriminasi harga adalah tindakan penjualan dalam menjual barang yang sama di bawah pengawasan produksi yang sama dengan harga berbeda kepada pembeli yang berbeda.

 

Sifat dasar diskrimanasi harga

  1. Kondisi yang mengawali diskriminasi

Diskriminasi harga dapat terjadi bila diawali tiga sebagai brikut:

  1. pembelian-pembelian mepunyai elastisitas permintaan yang berbeda-beda secara tajam
  2. para penjual mengetahui perbedaan-perbedaan ini dan dapat menggolongkan pembeli dalam kelompok-kelompok berdasarkan elastisitas yang berbeda-beda
  3. para penjual dapat mencegah pembeli untuk menjual kembali barang-barang yang dibeli.

 

  1. b. Kasus diskriman harga

Semua kondisi ini dapat berkombinasi mebentuk perbedaan elasitas yang tajam. Perbedaan – perbedaan tersebut dapat stabil dan berlangsung lama, atau berubah dengan cepat ( contoh : variasi-variasi yang stabil ditemukan dalam permintaan terhadap listrik dalam waktu harian, mingguan ata musiman. Variasi-variasi elastisitas yang tak stabil terdapat dalam permintaan pakaian / mainan).

 

  1. c. Tipe-tipe diskriminasi harga

Diskriminasi tidak terbatas pada kasus-kasus sederhana dimana suatu produk di jual pada dua kelompok pembeli. Jumlah produk dan kelompok pembeli dapat mencapai jumlah yang amat banyak produk-produk tersebut mungkin meruoakan bagian dari “full line”; produk-produk tersebut mungkin merupakan kompenen-kompenen dari satu produk.

 

 

Pengaruh diskriminasi harga

Melalui penetapan harga secara selektif. Setiap perusahaan dapat melakukan dua hal yang utama:

  1. memaksimumkan keuntungan pada posisi pasar apapun
  2. meningkatkan atau mempertahankan posisi pasar tersebut terhadap perusahaan-perusahaan lain.

 

  1. a. Senjata persaingan

Setiap prusahaan besar atau kecil akan berusaha mengambil konsumen dari pesaing-pesaingnya. Penetapan harga secara relative adalah salah satu cara yang lebih ampuh dari pada pemotongan harga. Pemotongan harga yang selektif atau deskriminasi harga meminimumkan pengorbanan tersebut.

 

  1. b. Meningkatkan atau mengurangi persaingan.

Diskriminasi harga terbukti meningkatkan atau mengurangi persaingan, tergantung pada situasi. Ada dua isu dalam hal ini :

  1. posisi pasar di mana perusahaan melakukan diskriminasi
  2. bagaimana sistematika dan melengkapi diskriminasi. Semakin tinggi pasang pasar, persaingan tentu akan berkurang.

Tindakan mematikan perusahaan lain

  1. a.            pengujian terhadap persaingan yang tak adil
  2. b.            kreteria alternative
  3. 1.         Harga dan biaya
  4. 2.         pengaruh tindakan antikompetisi

26 Oktober 2009

Makalah Manajemen Keuangan

A. Definisi Manajemen Keuangan

1.Pengertian Manajemen Keuangan mengalami perkembangan mulai dari pengertian manajemen yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja sampai yang mengutamakan aktivitas memperoleh dan menggunakan dana serta pengelolaan terhadap aktiva.Beberapa definisi manajemen keuangan diberikan sebagai berikut:

a. Liefman: usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.

b. Suad Husnan: manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.

c. Grestenberg: how business are organized to acquire funds, how they acquire funds, how the use them and how the prof ts business are distributed.

d. James Van Horne: segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.

e. Bambang Riyanto: keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan us aha mendapatkan dana yang dip erlukan dengan b i aya yang minimal dan syaratsyarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.

2. Pengertian diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa manajemen keuangan berhubungan dengan tiga aktivitas (fungsi) utama:

a. Allocation of funds (aktivitas penggunaan dana) yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva. Alokasi dana berbentuk:

  • Financial assets (aktiva finansial) yaitu selembar kertas berharga yang mempunyai nilai pasar karena mempunyai hak memperoleh penghasilan, misalnya: saham, sertif~kat deposito, atau obligasi.
  • Real assets (aktiva riil) yaitu aktiva nyata: tanah, bangunan, peralatan.
b. Raising of funds (aktivitas perolehan dana) yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana balk dari sumber internal perusahaan maupun sumber eksternal perusahaan, termasuk juga politik dividen. Sumber dana pada perusahaan secara keseluruhan:

c. Manajemen assets (aktivitas pengelolaan aktiva) yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva-aktiva harus dikelola seefisien mungkin.

B.Tiga Keputusan Yang Diambil Manajemen Keuangan

Ada tiga keputusan yaitu keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan keputusan mengenai dividen. Kegiatan mencari alternatif sumber dana menimbulkan adanya arus kas masuk, sementara kegiatan mengalokasikan dana dan pembayaran dividen menimbulkan arus kas keluar, maka manajemen keuangan sering disebut manajemen aliran (arus) kas.
Keterangan lebih lanjut dari masing-masing keputusan sebagai berikut: (Van Horne)

1. Financing dicision: keputusan pendanaan atau pembelanjaan pasif

  • Implementasi dari rasing of funds, meliputi besarnya dana, jangka waktu penggunaan, asalnya dana serta, persyaratan-persyaratan yang timbul karena penarikan dana tersebut.
  • Hasil financing dicision tercermin di sebelah kanan dari neraca.
  • Raising of funds bisa diperoleh dari internal (modal sendiri) meliputi: saham preferen, saham biasa, laba ditahan dan cadangan, maupun eksternal (modal asing) jangka pendek maupun jangka panjang. Sumber dana jangka pendek, misalnya utang dagang (trade payable atau open account), utang wesel (notes payable), utang gaji, utang pajak. Sumber dana jangka panjang misalnya, utang bank, dan obligasi.
2. Investmenf Dicision: keputusan investasi atau pembelanjaan aktif

  • Implementasi dari allocation off funds.
  • Allocation of funds bisa dalam jangka pendek dalam bentuk working capital, berupa aktiva lancar atau jangka panjang dalam bentuk capital investment, berupa aktiva tetap.
  • Tercermin di sisi aktiva (kiri) sebuah neraca. Komposisi aktiva harus ditetapkan misalnya berapa aktiva total yang dialokasikan untuk kas atau persediaan, aktiva yang secara ekonomis tidak dapat dipertahankan harus dikurangi, dihilangkan atau diganti.
3. Dividen Policy: keputusan mengenai dividen
  • Berhubungan dengan penentuan prosentase dari keuntungan neto yang akan dibayarkan sebagai cash dividend.
  • Penentuan stock dividen dan pembelian kembali saham.
C. Tanggung Jawab Staf Keuangan

Tugas staf keuangan adalah mendapatkan dan mengoperasikan sumber-sumber daya sehinggadapat memaksimalkan nilai perusahaan dengan berbagai aktivitas (Brigham & Houston: 2006, 18) yaitu:

1. Peramalan dan perencanaan: mengkoordinasi prose~s perencanaan yang akan membentuk masa depan perusahaan.

2. Keputusan-keputusan investasi dan pendanaan: membantu menentukan tingkat penjualan perusahaan yang optimal, memutusakan aset spesifik yang harus diperoleh, dan memilih cara terbaik untuk mendanai aset.

3. Koordinasi dan kontrol: berinteraksi dengan karyawan-karyawan lain untuk memastikan bahwa perusahaan telah beroperasi seefisien mungkin.

4. Berinteraksi dengan pasar keuangan: berinteraksi untuk mendapatkan atau menanamkan dana perusahaan.

5. Manajemen risiko: bertanggung jawab untuk program manajemen risiko secara lceseluruhan termasuk mengidentifiksi risiko dan kemudian mengelolanya secara efisien.

D. Tujuan Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan yang efisien memenuhi adanya tujuan yang digunakan sebagai standar dalam memberi penilaian keefisienan (Sartono: 2000, 3) yaitu:

1. Tujuan normatif manajemen keuangan adalah mazimization wealth of stockholders atau memaksimalkan kemakmuran pemegang saham yaitu memaksimalkan nilai perusahaan.

  • Tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat ditempuh dengan memaksimumkan nilai sekarang perusahaan.
  • Secara konseptual jelas sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan yang mempertimbangkan faktor risiko.
  • Manajemen harus mempertimbangkan kepentingan pemilik, kreditor dan pihak lain yang berkaitan dengan perusahaan.
  • Memaksimalkan kemakmuran pemegang saham lebih menekankan pada aliran kas daripada laba bersih dalam pengertian akuntansi.
  • Tidak mengabaikan social objectives dan kewajiban sosial, seperti lingkungan eksternal, keselamatan kerja, dan keamanan produk.
2. Nilai perusahaan yang belum go-publik dapat diukur dengan harga jual seandainya perusahaan tersebut dijual. Jadi tidak hanya nilai asset (laporan di neraca) tetapi diperhitungkan juga tingkat risiko usaha, prospek perusahaan, manajemen lingkungan kerja dan sebagainya. Indikasi nilai perusahaan adalah:

  • Perusahaan belum/tidak go-publik: harga seandainya perusahaan dijual
  • Perusahaan go-publik: harga saham yang dijual belikan di pasar modal.
3. Dari indikasi tersebut dapat ditarik pengertian:

a. Memaksimalisasi nllai perusahaan tidak sama dengan memaksimalisasi laba:

  • Perusahaan bisa saja meningkatkan laba dengan cara mengeluarkan saham dengan hasll penjualan saham dlinvestaslkan pada deposlto atau obllgasl pemerintah. Dengan cara ini dijamin laba akan besar tetapl keuntungan per lembar saham akan menurun, karena jumlah lembar saham yang beredar bertambah, sehlngga kondlsl perusahaan tldak balk.
  • Terminologl profit memlllki pengertian ganda, dlsebabkan terdapat banyak definlsl profit.
b. Memaksimalkan nilai perusahaan tidak sama dengan memaksimalkan laba per~lembar saham (earning per share = EPS) alasannya:

  • Tujuan memaksimalisasi laba tidak memperhatikan waktu dan lamanya keuntungan yang diharapkan.
  • Tidak mempertimbangkan risiko atau ketidakpastian dari keuntungan di masa yang akan datang. Jika suatu usulan mengandung risiko yang besar, maka kenaikan keuntungan per lembar saham akan diikuti dengan penurunan harga saham.

sumber : cafe-ekonomi.blogspot.com

Pengertian, Tugas Pokok, Tujuan Manajemen Keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.

Penjelasan Singkat Masing-Masing Fungsi Manajemen Keuangan :
1. Perencanaan Keuangan
Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
2. Penganggaran Keuangan
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
3. Pengelolaan Keuangan
Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
4. Pencarian Keuangan
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
5. Penyimpanan Keuangan
Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.
6. Pengendalian Keuangan
Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.
7. Pemeriksaan Keuangan
Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.

Tugas Pokok Manejemen Keuangan

Tugas-tugas dasar yang diemban oleh seorang menejer keuangan secara umum adalah :
1. Mendapatkan Dana Perusahaan
2. Menggunakan Dana Perusahaan
3. Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengeloka dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.

sumber : organisasi.org

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.