CelotehKu

16 November 2009

Perencanaan dalam Ekonomi Manajemen

Proses manajemen atau yang sering kita dengan top management/manajemen utama dimana fungsi dari manajemen adalah merupakan elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat didalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh menejer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan, karena perencanaan adalah merupakan kegiatan meneger untuk menyusun rencana. Kalau menyusun rencana berarti memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimilki. Oleh sebab suatu keputusan adalah sebagai petunjuk langkah-langksh selanjutnya.

Karena sifat dari perencanaan adalah  ”the neture of planning”, yaiti senantiasa berkaitan dengan hal-hal :

  1. Senantiasa berhubungan dengan tujuan
  2. Perencanaan timbul, karena adanya suatu organisasi
  3. Perencanaan yang baik akan tergantung pada yang membuat perencanaan
  4. Perencanaan berarti, menghindari adanya faktor random (sembarangan)

Sebuah teori yang dikemuakan oleh ”Howard” bahwa ”

-Decision making can be defined as the selection bassed on some criteria of one behavior alternative from two or more possible alternative”

Sifat-sifat Rencana Yang Baik

Didalam perencanaan yang baik harus memuat sifat-sifat yaitu :

  1. Pemakaian kata-kata yang sederhana dan jelas (artinya mudah dipahami oleh yang menerima sehingga penafsiran yang berbeda-beda dapat ditiadakan)
  2. Fleksibel (artinya suatu rencana harus dapat menyesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya. Bila ada perubahan keadaan maka tidak semua rencana dirubah dan dimungkinkan diadakan penyesuaian-penyesuaian. Jadi sifatnya tidak kaku harus begini dan begitu walaupun keadaan lain dari yang direncanakan.
  3. Stabilitas (artinya tidak perlu setiap kali rencana mengalama perubahan jadi harus dijaga  kestabilitasannya, sehingga ada dalam perimbangan.
  4. Ada perimbangan (artinya masalah waktu  harus seimbang dengan kebutuhan)
  5. Seluruh tindakan yang dibutuhkan sesuai dengan fungsi-fungsi yang ada.

Proses Pembuatan Rencana

Ada empat proses didalam pembuatan rencana, yang harus kita perhatikan, yaitu sebagai berikut :

  1. Menetapkan Tugas dan Tujuan
  2. Observasi dan analisa
  3. Mengadakan kemungkinan-kemungkinan
  4. Membuat sintesa/Rumusan

Siapa Pembuat Rencana  ?

Untuk mengetahui bahwa saiapa yang membuat rencana, didalam suatu proses fungsi dari pada manajemen, adalah

1.   Panita Perencana

  1. Bagian Perencanaan
  2. Tenaga Staff
  1. Bentuk Rencana ?

Berdasarkan luas cakupan masalah yang dihadapi oleh menejer/pimpinan dalam suatu organisasi serta jangka waktu yang berada dalam suatu rencana dalam proses manajemen, maka rencana dapat digolongkan yaitu : dari pada bentuk rencana operasional yang perlu diketahui :

    1. Single use plan (rencana sekali pakai)
    2. Standing plan (rencana tetap)

Single use plan, yaitu kegiatan yang tidak digunakan lagi setelah tercapainya tujuan  dan sifatnya  lebih terperinci karena hanya sekali pakai, misalnya rencana pembelian dan pemasangan mesin komputer dalam perusahaannya untuk mendukung kelancaran kerja.

Standing plan, yaitu berupa pendekatan-pendekatan standar untuk penanganan-penanganan situasi-situasi yang dapat diperkirakan terlebih dahulu dan dapat akan terjadi berulang-ulang.

 

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Blog di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: